RSS

PROSPEK KEPARIWISATAAN DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL

08 Aug

PROSPEK KEPARIWISATAAN DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL

 

Pengertian pariwisata

Indonesia merupakan negara kepulauan, jumlah pulau di Indonesia menurut data Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia tahun 2004 adalah sebanyak 17.504 buah. 7.870 di antaranya telah mempunyai nama, sedangkan 9.634 belum memiliki nama (wikipedia) [1]. Lebih dari tujuh belas ribu pulau tersebut memiliki potensi keindahan alam yang luar biasa. Selain keindahan alam yang dimiliki, Indonesia juga memiliki potensi keindahan budaya yang sangat beragam. Baik keindahan alam maupun budayanya menjadikan Indonesia sebagai tempat yang cocok untuk obyek pariwisata. Sebagai mana pengertian dari pariwisata dijelaskan oleh beberapa ahli sebagai berikut:

Isen Mulang: Pariwisata atau turisme adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. Seorang wisatawan atau turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi, merupakan definisi oleh Organisasi Pariwisata Dunia[2].

Lunberg mendefinisikan pariwisata sebagai suatu kegiatan bisnis dalam penyediaan barang dan jasa bagi wisatawan dan menyangkut setiap pengeluaran oleh atau untuk wisatawan atau pengunjung dalam perjalanannya. Sedangkan kepariwisataan adalah suatu lingkup usaha yang terdiri atas 4ratusan komponen usaha termasuk didalamnya angkutan udara, kapal-kapal pesiar, kereta apai, agen-agen penyewaan mobil, pengusaha tur dan biro perjalanan, penginapan, restoran, dan pusat-pusat konvensi[3].

E. Guyer Freuler, merumuskan pengertian pariwisata dengan memberi batasan sebagai berikut : “Pariwisata dalam pengertian modern adalah merupakan penomena dari jaman sekarang yang didasarkan atas kebutuhan akan kesahatan dan pergantian hawa, penilaian yang sadar dan menumbuhkan (cinta) terhadap keindahan alam dan pada khususnya disebabkan oleh bertambahnya pergaulan berbagai bangsa dan kelas masyarakat manusia sebagai hasil dari pada perkembangan perniagaan, industri, perdagangan serta penyempurnaan dari pada alat-alat pengangkutan”[4].

Prof. K. Kraft (1942) mengemukakan batasan yang lebih bersifat tekhnis sebagai berikut : “Tourism is the totally of the relation shif and phenomena arising from the travel and stay of strangers (ortsfremde), provide the stay does not imply the esta blishment of a permanent resident”. Maksudanya kepariwisataan adalah keseluruhan dari pada gejala-gejala yang ditimbulkan oleh perjalanan dan pendiaman orang-orang asing serta penyediaan tempat tinggal sementara, asalkan pendiaman itu tidak tinggal menetap dan tidak memperoleh penghasilan dari aktifitas yang bersifat sementara itu[5].

Dari beberapa arti dan pengertian diatas dapat diambil inti dari periwisata antara lain adalah aktifitas perjalanan yang dilakukan seseorang ke tempat lain dengan tujuan untuk bersenang-senang. Refresing atau menyegarkan kembali pikiran dari penat dan kesibukan sehari-hari. Hal ini dibutuhkan oleh setiap manusia untuk menghilangkan stres.

Pengaruh pariwisata dalam perekonomian

Pariwisata berpengaruh luas bagi masyarakat dan pemerintah. Karena pariwisata adalah sektor yang memiliki banyak keterkaitan dengan bidang-bidang lain pendukungnya. Berikut pengaruh positif yang timbul dari pariwisata menurut A. Hari Karyono[6] antara lain:

1.      Makin luasnya kesempatan usaha

Lapangan usaha yang dapat tumbuh guna menyediakan keperluan wisatawan cukup luas antara lain hotel, restoran, biro perjalanan, pramuwisata, tempat rekreasi, tempat penukaran uang, pengusaha angkutan, toko cinderamata, pusat pembelanjaan, dan pembentukan kelompok kesenian. Dengan makin luasnya lapangan usaha maka akan semakin luas juga kesempatan berusaha.

2.      Makin luasnya lapangan kerja

Pariwisata dapat memperluas lapangan usaha, untuk menjalankan usaha-usaha tersebut dibutuhkan tenaga kerja. Lapangan kerja yang tercipta tersebut tidak hanya yang langsung berhubungan dengan pariwisata, tetapi juga di bidang lain yang tidak langsung berhubungan dengan pariwisata

3.      Meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah

Pembelanjaan dan biaya yang dikeluarkan wisatawan selama perjalanan dan persinggahannya seperti untuk hotel, makan, dan minum, cinderamata, dan angkutan akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah.

4.      Mendorong peningkatan dan pertumbuhan di bidang pembangunan sektor lainnya.

Pariwisata tergantung dan terkait dengan bidang pembangunan sektor lainnya. Pariwisata baru bisa berkembang dengan baik apabila bidang pembangunan lainnya juga tumbuh dengan baik. Dengan demikian berkembangnya sektor pariwisata atau mendorong peningkatan dan pertumbuhandi bidang pembangunan lain.

Pariwisata adalah sektor tersier dalam ekonomi pembangunan di Indonesia, dengan sektor primer pertanian, perikanan, perkebunan, dan sektor sekundernya adalah industri, garmen, elektronik dan lain-lain. Namun justru sebagai sektor tersier pariwisata adalah sektor yang mampu menambah nilai suatu barang menjadi berlipat-lipat. Dibanding dengan sektor primer dan sekunder, sektor pariwisata justru memiliki berbagai keunggulan ekonomi namun masih kurang diperhatikan di Indonesia.

Misal jika ditinjau dari nilai tambah suatu barang, jika harga beras satu kilogram di pasar tradisional hanya berkisar antara 7.000 rupiah, maka ketika bertemu dengan paiwisata, dan beras tersebut diolah menjadi sebuah nasi goreng di sebuah warung makan di tempat wisata, maka harga beras yang tadinya 7000 rupiah perkilogram mampu menjadi 5 porsi nasi goreng dengn harga per porsi antara 15-20 ribu rupiah. Lebih dari 10 kali lipat pertambahan nilai beras tersebut.

Contoh lain adalah ikan, ikan laut jika dijual per kilogram di pasar ikan dengan harga berkisar antara 15-30 ribu rupiah. Namun jika dikemas dalam lingkungan pariwisata, dikemas dengan aik di restoran berkelas sebuah hotel, maka harga ikan tersebut bisa mencapai tiga kali lipat bahkan lebih.

Selain nilai tambah yang signifikan, pariwisata juga merupakan sektor yang mempunyai dampak beruntun atau multiplier effect. Karena pariwisata bersifat multidimensi. Apapun bisa dikemas dan dijual di dalam pariwisata. Misal pada sebuah objek wisata pantai, maka wisatawan yang datang tertarik melihat sunset yang indah, mereka membutuhkan tempat menginap dengan pemandangan di pinggir pantai. Dibangunlah sebuah vila atau hotel dipinggir pantai. Tidak berhenti di situ saja, sebuah vila atau hotel pastinya memerlukan suplai makanan, dan berdirilah restoran, warung makan, sampai lesehan. Selain itu wisatawan membutuhkan sarana transportasi, maka moda transportasi dari becak, andong, ojek, dan taksi juga menerima imbas dari sebuah objek wisata.

Kepariwisataan sebagai stimulan kegiatan ekonomi dapat dibuktikan dengan adanya penerimaan devisa yang dibayarkan wisatawan mancanegara kepada hotel, biro perjalanan, angkutan umum, restoran, dan lain-lain memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Sebagai contoh pembayaran gaji pegawai hotel, pembayaran listrik, pembayarab telepon, pembayaran suplier sayuran, suplier buah-buahan, suplier telor, suplier daging, dan sebagainya ayng secara nyata dinikmati atau diterima bukan saja oleh kalangan pariwisata, melainkan juga kalangan petani dan peternak (kaum marginal) yang menghasilkan jumlah penghasilan pariwisata yang berlipat gandadalam kontribusi terhadap pendapatan nasional, yang disebut sebagai multiplier effect[7].

Sebagai contoh ringan, jika Indonesia kedatangan 7 juta wisatawan mancanegara tahun 2008 ini, 50% di antaranya perlu 2 butir telor untuk sarapan tiap pagi, maka diperlukan 7 juta butir telor. Pertanyaannya: siapa yang memasok telor itu? Kita tahu, jawabannya adalah peternak[8]. Itulah mengapa perlunya dikembangkan pariwisata denagn manajemen yang baik. Sehingga semua faktor ekonomi juga ikut bergerak, bukan cuma pariwisata, bahkan sektor-sektor primer seperti pertanian, peternakan, dan perikanan juga ikut terkena dampak positif dari pariwisata.

Dilain pihak keunggulan pariwisata adalah padat karya. Karena sektor pariwisata bergerak pada sektor jasa yang mengutamakan pelayanan ekslusif. Sebagaimana diungkapkan oleh Spillane, James J, dalam bukunya Ekonomi Pariwisata: Sejarah dan Prospeknya, bahwa karena turisme secara hakiki merupakan industri yang berorientasi pada pelayanan, maka turisme secara luas harus intensif kerja, dan karenanya secara khusus cocok dengan tata cara Asia dengan penyediaan buruh yang melimpah dan murah. Turisme tidak hanya dianggap menciptakan prospek lapangan pekerjaan baru yang langsung tetapi secara ideal seharusnya mengembangkan jumlah kesempatan-kesempatan kerja tambahan juga[9].

Pariwisata adalah salah satu cara untuk mengusir ketergantungan devisa dari sektor MIGAS dan eksploitasi hutan. Karenanya pariwisata pelu dikelola dengan baik agar dapat menjadi sumber daya yang tergantikan. Bahkan ramah lingkungan karena nir limbah.

Area Manajemen Kebijakan Publik dalam Pariwisata

Sebagai mahasiswa jurusan Manajemen dan Kebijakan Publik, perlu juga membahas pariwisata dalam kacamata MKP. Yaitu beberapa area dari MKP dalam sektor pariwisata antaralain adalah hal-hal yang bersifat regulasi, aturan-aturan, perundang-undangan, dan kebijakan yag menyangkut pariwisata. Karena dalam hal tersebut MKP berperan dan tidak dapat diserahkan kepada pihak lain. Kebijakan yang dibuat juga harus melihat dan melibatkan berbagai pihak. Kebijakan juga berfungsi sebagai media untuk mengembangkan pariwisata, mengurangi hambatan-hambatan dan menarik investasi.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah menurunkan investasi negara dan menyerahkan sepenuhnya kepada pelaku usaha (swasta) sehingga dapat memicu pertumbuhan ekonomi. Pemerintah lebih memfokuskan pada aspek pemeberdayaan masyarakat dan pelaku usaha serta memberikan insentif.

Selain itu fokus MKP adalah dalam hal meningkatan SDM yang ada sehingga pelayanan yang diberikan kepada para wisatawan dapat sesuai dengan standar pelayanan pariwisata internasional. Tak lepas juga memikirkan bagaimana promosi dan marketingnya.

Dengan begitu pariwisata di Indonesia dapat berkembang dan menjadi penggerak perekonomian sehingga bisa menggantikan sektor-sektor yang tak terbarukan seperti MIGAS dan tambang.

 Pengembangan Pariwisata

            Pengembangan pariwisata perlu melihat aspek-aspek yang menyangkut pariwisata maupun secara tidak langsung menyangkut pariwisata. Bukan hanya obyek wisatanya saja yang perlu dikembangkan melainkan sektor-sektor pendukung baik fisik maupun non fisik juga perlu diperhatikan. Inskeep[10] mengemukakan komponen-komponen pengembangan pariwisata meliputi:

1.      Atraksi dan aktivitas obyek wisata yang merupakan sumberdaya wisata di suatu daerah yang menjadi magnet daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi daerah tersebut.

2.      Akomodasi yang berupa fasilitas hotel dan fasilitas akomodasi lainnya sebagai tempat wisatawan menginap

3.      Fasilitas dan pelayanan wisata lain seperti restauran dan bank

4.      Fasilitas dan pelayanan transportasi baik darat, laut, maupun udara.

5.      Infrastruktur lain seperti alat komunikasi, penyediaan air, dan lain-lain

6.      Institusi atau kelembagaan yang mengelola dan mengembangkan pariwisata.

Selo Soemardjan dalam Spilliane[11] mengatakan pengembangan pariwisata harus merupakan pengembangan yang berencana secara menyeluruh, sehingga dapat diperoleh manfaat yang optimal bagi masyarakat. Baik dari segi ekonomi, sosial dan kultural. Perencanaan tersebut harus mengintegrasikan pengembangan pariwisata kedalam suatu program pembangunan ekonomi, fisik, dan sosial dari suatu negara. Disamping itu, rencana tersebut harus mampu memberikan kerangka kerja kebijakan pemerintah untuk mendorong dan mengendalikan pengembangan pariwisata.

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa pengembangan pariwisata harus berencana dan menyeluruh agar dapat bermanfaat bagi masyarakat. Karena memang pariwisata tidak hanya bergantung pada obyek wisatanya saja. Namun juga merupakan gabungan dari sektor-sektor pendukung seperti akomodasi, transportasi, tempat makan dan cinderamata.

Referensi

________, Keberhasilan Implementasi Kebijakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan dalam Pengembangan Pariwisata. JIAN. FISIPOL. UGM. 2004

Inskeep, Edward. Tourism Planing: An Integrated and Sustainable Development Approach.New York. Van Nostrand Reinhold. 1991

Karyono, A. Hari. Kepariwisataan. Jakarta. PT Gramedia. 1997

Spilliane, James  J. Ekonomi Pariwisata: Sejarah dan Prospeknya. Yogyakarta Kanisius. 1987

Website

http://id.wikipedia.org/wiki/Jumlah_pulau_di_indonesia

diunduh 18 Desember 2010

Isen Mulang, wisata, http://isen-mulang.blogspot.com/2009/03/wisata.html

diunduh 21 Desember 2010

http://caretourism.wordpress.com/2008/12/12/pariwisata-sumber-devisa-stimulan-kegiatan-ekonomi-sumber-dana-pembangunan/

diunduh 20 Desember 2010

http://yayanskrt.blogspot.com/2008/02/arti-pariwisata.html

diunduh 20 Desember 2010

[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Jumlah_pulau_di_indonesia

[3]               Keberhasilan Implementasi Kebijakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan dalam Pengembangan Pariwisata. JIAN. FISIPOL. UGM. 2004

[5] Idem.

[6]               Karyono, A. Hari. Kepariwisataan. Jakarta. PT Gramedia. 1997. Hal 89

[9]               Spilliane, James J, DR. Ekonomi Pariwisata: Sejarah dan Prospeknya. Penerbit Kanisius. Jakarta. 1987. Hal 60

[10]             Inskeep, Edward. Tourism Planing: An Integrated and Sustainable Development Approach.New York. Van Nostrand Reinhold. 1991. Hal 38

[11]             Spilliane, James  J. Ekonomi Pariwisata: Sejarah dan Prospeknya. Yogyakarta Kanisius. 1987. Hal 133.

About these ads
 
2 Comments

Posted by on August 8, 2011 in Administrasi Negara

 

2 responses to “PROSPEK KEPARIWISATAAN DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL

  1. Inayatul Ilah

    August 8, 2011 at 6:24 am

    :: hm.. kui judule pengertian pariwisata dan multiplier effect dari kegiatan pariwisata.. nice job Gus..::

     
    • gustraprasaja

      August 8, 2011 at 2:03 pm

      kui gur review pidatone Pak Bambang Sumadi

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 75 other followers

%d bloggers like this: