Penerbit Buku di Yogyakarta, berikut Daftar Alamatnya

Okey, tak terasa udah hampir 5 tahun beergelut di dunia penerbitan, dan kalo kalian tahu, jumlah penerbit buku di Yogyakarta ini lebih dari 90 lho, itu yang terdaftar di IKAPI (ikatan Penerbit Indonesia). Belum yang tak terdaftar, bisa lebih dari 100 kali yak? :p

OK berikut Daftar Penerbit Buku yang terdaftar di IKAPI (namun mohon maaf karena sudah malam, baru 40 yang komplit, lainnya besok saya update yak). Semoga bermanfaat.

penerbit buku

 

 

  • Adicita Karya Nusa

Address: No.27 Mergangsan Yogyakarta, Jl. Sisingamangaraja, Brontokusuman, Kota Yogkarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Phone: (0274) 377067

 

  • Adinda Tuti Kinasih

Address: JL Sisingamangaraja 27 RT 053/01, Mergangsan, Yogyakarta, 55153

Phone: (0274) 379250

 

  • Aditya Media

Address: Jl. Bimasakti No. 19 Demangan Gondokusuman Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta

Phone: (0274) 520612

 

  • Analisa

Alamat : Jl. Djazuli Karangkajen MG III/918 A Yogyakarta

Telepon : (0274) 379250

 

  • Andi Offset

Address: Jalan Beo No. 38-40, Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Phone: (0274) 561881

 

  • Andi, Yayasan

Address: Jalan Beo No. 38-40, Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Phone: (0274) 561881

 

  • Bayu Indra Grafika

Address: Jl. Sisingamangaraja No.93, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55153

Phone: (0274) 377623

 

  • Bhakti Profesindo (BPFE Yogyakarta)

Jl Gambiran 37, Yogyakarta, Jawa Tengah 55161.

Telepon 0274-375568

 

  • Kedaulatan Rakyat

Jl. P. Mangkubumi 40-46 Yogyakarta, Indonesia

Telp. (0274) 550892 / Fax . (0274) 550890

 

  • Dana Bhakti Prima Yasa

Address: JL. Karangkajen MG-III/858, Yogyakarta

Phone: (0274) 373308

 

  • Duta Wacana University Press

Alamat : Jl. Dr. Wahidin S. No. 5-19 Yogyakarta 55224
Telepon : (0274) 563929

 

  • Gadjah Mada University Press

Address: Kampus UGM ,Bulaksumur, Jalan Grafika Nomor 1, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Phone: (0274) 561037

 

  • Galang Media Utama

Alamat: Jl. Mawar Tengah No. 72, Baciro, Yogyakarta – 55225
Telepon (0274) 554985, 554986,

 

  • Gama Exacta

Address: Jl. Tunjung No.5, Baciro, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55225

Phone: (0274) 555645

 

  • Gama Media

Address: JL. Menteri Supeno, No. 110 A

Phone:(0274) 375561

 

  • Graha Ilmu

Address: Ruko Jambusari No. 7A, Wedomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55584

Phone: (0274) 882262

 

  • Hidayat

Address: JL Tatabumi RT 004/01, Yogyakarta, 55271

Phone: (0274) 563767

 

  • Kaliwangi

Address: Jl. Monjali No.93, Sinduadi, Mlati, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55284

Phone: 0813-2808-4899

 

  • Kanisius

Address: Jl. Cempaka 9, Deresan, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Phone:(0274) 565996

 

  • Karyono

Jl Mayjen Sutoyo 16, Yogyakarta, Jawa Tengah 55143.

Telepon 0274-372001

 

  • Kota Kembang

Address: Jl. Bantul No.130, Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55142

Phone: (0274) 372939

 

  • Liberty

Address: JL Jayeng Prawiran, No.21-23, Yogyakarta

Phone: (0274) 512908

 

  • Lukman Mitra Grafindo

Alamat : Jl. H. Agus Salim No. 50 Yogyakarta 32767 , DI Yogyakarta.

Telepon : (0274) 374649

 

  • Media Pressindo

Address: Caturtunggal, Depok Sub-District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta 55281

Phone: (0274) 556043

 

  • Mitra Gama Widya

Address: JL. Sisingamangaraja, No. 27, Karangkajen, Yogyakarta, 55153

Phone: (0274) 372893

 

  • Persatuan

Address: Jl. KH. Ahmad Dahlan No.107, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55262

Phone: (0274) 376627

 

  • Pustaka Nusatama

Address: Jl. Sawit No.21, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Phone: 0815-7622-092

 

  • Pustaka Pelajar

Address: JL Celeban Timur UH, III/548, Daerah Istimewa Yogyakarta 55167

Phone: (0274) 381542

 

  • Sasmita Utama

Address: JL. Djazuli Karangkajen MG III, 918 A

Phone:(0274) 377067

 

  • Sumbangsih Offset

Address: JL. Ori, I/2, Depok, Yogyakarta

Phone: (0274) 514718

 

  • Taman Pustaka Kristen Yogyakarta

Address: Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo, Klitren, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55222

Phone: (0274) 512449

 

  • Tamansiswa

Address: JL Taman Siswa, No.25, Yogyakarta

Phone: (0274) 377120

 

  • Tarawang

Jl Karangmiri 17 RT 021/07 Giwangan – Umbul Harjo

Yogyakarta 55163 DI Yogyakarta

(0274) 415757

 

  • Tiara Wacana

Address: JL. Kaliurang Km. 7.8, No. 16, Yogyakarta, 55582

Phone: (0274) 880683

 

  • Universitas Islam Indonesia Press

Alamat : Jl. Cik Di Tiro No. 1 Yogyakarta 55223
Telepon : (0274) 547865

 

  • Victory Jaya Abadi

Address: Jl. Gowongan Kidul No.18 Yogya

 

  • Multi Karya Grafika

Alamat : Jl. KH. Ali Maksum, Krapyak Kulon Panggungharjo, Sewon, Bantul Yogyakarta
Telepon : (0274) 374625

 

  • Navila

Address: JL Pakelmulyo, UH V/411, Golo Umbulharjo, 55161, Daerah Istimewa Yogyakarta 55161

Phone: (0274) 377034

 

  • Lembaga Kajian Islam Dan Sosial (LKIS)

Address: JL Parangtritis, Km. 4, 4 No.1, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55141

Phone: (0274) 387194

 

  • Madyan Press

Alamat : Jl. Anggur No. 4 Perum Jambu Sari Yogyakarta 55283

 

  • Mawar Merah
  • Gava Media
  • Citra Aji Parama
  • Anindya
  • Nuansa Pilar Media
  • Gloria Usaha Mulia
  • Jalasutra
  • Pustaka Insan Madani
  • Citra Media
  • Bentang Pustaka
  • Absolut
  • Empat Pilar Pendidikan
  • Gitanagari
  • Intersolusi Pressindo
  • Diva Press
  • Klein Press
  • Kepel Communication
  • Cahaya Bintang
  • STIM YKPN
  • Kompetensi Terapan Sinergi Pusataka
  • Ar-Ruzz Media
  • Diandra Primamitra Media
  • Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS)
  • Elmatera Publishing
  • Kreasi Total Media
  • Cipta Media
  • Kurnia Kalam Semesta
  • Cahaya Dua Permata
  • Lintang Pustaka Grafika
  • Skripta Media Creative
  • Aswaja Pressindo
  • LKIS Pustaka Pesantren
  • Relasi Inti Media
  • Penerbit Ombak
  • IllumiNation Publishing
  • Budi Utama – Penerbit Buku Deepublish
  • Unit Penerbit Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada
  • Azzagrafika
  • Pinus Book Publisher
  • Cakrawala media
  • Ganda Buku
  • Pustaka Ilmu Group
  • 83 UNY Press
  • Samudra Biru
  • Kaukaba Dipantara
  • Pohon Cahaya
  • Arti Bumi Intaran
  • Taka Publishers
  • Concart
  • Lingkarantarnusa
  • Lintang Pustaka Utama
  • Ifada Initiatives

Lama Tak Jumpa

Hai,

Setelah sekian lama Blog ini vakum, hibernasi, tidur, dan tidak aktif, mulai hari ini (semoga) bisa bangun, bangkit, dan menulis lagi.

beberapa hari ini memperoleh banyak ilmu baru, dan kemungkinan akan diterapkan di WebBlog ini. itung-itung Mempraktekkan apa yang sudah dipelajari, jadi ya tidak cuma teori belaka. namun ada prakteknya.😀

Ilmu apakah itu?

Sebut saja Ilmu untuk membuat jalan di dunia maya. Apa itu? Ibaratnya Kita bikin Rumah. baik rumah bagus maupun rumah sederhana. maka kita perlu sebuah jalan kan untuk menghubungkan rumah kita dengan peradaban. Nah, di dunia maya pun seperti itu. Website atau Blog ibarat sebuah rumah tadi. sebagus apapun website kita, jika tidak ada jalan nya ya orang lain tidak akan bisa berkunjung ke rumah kita.

Di dunia maya jalan itu namanya Link. Membuat Link itulah yang akan dikondisikan sehingga bisa banyak yang mengakses.

OK sekian dulu Teasernya :p

Intinya post ini ya saya kembali lagi ke dunia per-Blog an. mulai lagi menulis. dan mulai lagi berbagi.

and last but not least… See You.

thuk gumathuk

Thuk Gumathuk adalah bahasa jawa, yang berasal dari kata Gathuk gumathuk atau menggathuk-gathukkan atau bila diterjemahkan ya menyambung-nyambungkan. apa yang disambung pun belum tentu bener-bener nyambung, hanya karena beberapa kesamaan jadi disambung-sambungkan. Thuk gumathuk itu semacam aliran filsafat Jawa. menyambung-nyambungkan kejadian satu dengan yang lain, kadang dapat dipercaya, namun kebanyakan tidak masuk akal.

nah yang saya bahas bukan tentang ilmu Thuk Gumathuk nya namun tentang hal lain,

Jadi ceritanya gini, Tadi Pagi sewaktu berangkat kantor tiba tiba terlintas dalam pikiran tentang pertnyataan dan pernyataan seseorang sesepuh

“kamu pernah patah hati? ditolak atau ditinggal pacar atau apalah itu? | pernah | nah ortu yang cerai itu sakitnya 10 kali dari sakit hati patah hati pacaran, serius, jadi nggak ada apa apanya patah hati itu”

entah kenapa pernyataan dan petanyaan itu tiba2 muncul tadi pagi, mungkin karena kemarin juga baru dengerin cerita temen yang menceritakan masa lalunya tentang ortunya yang juga cerai.

wait, bukan cerita temen itu yang mau saya bahas, saya justru salut ma dia juga ma sesepuh dulu, mereka bisa bertahan dan cukup sukses sekarang,

nah thuk Gumathuk pun mulai, saya langsung teringat ma temen SMA, seorang  gadis yang tidak bisa menangis, mo diapain juga ga bisa nangis, nonton pilem mewek semewek2nya juga ga nangis. dan sayapun menggathukkan jangan jangan dia nggak bisa nangis karena emang apa yang membuat oranglain itu nggak sepahit apa yang pernah dia rasakan, jadi ya ga sampai nangis, karena emang latar belakangnya juga korban broken home.

tapi yah itu cuma thuk gumathuk saya yang ga jelas bener atau nggak.

nah bukan masalah bener atau nggak nya thuk gumathuk tersebut, kalo salah yo wes kalo bener yo wes. tapi masalah perceraian itu sendiri yang jadi pikiran saya. meski bukan dari keluarga broken home, Alhamdulillah bukan, dan jelas saya nggak tahu rasanya para korban, yaitu anak-anak. dan ga mau pura-pura tahu, tapi cukup menjadi konsen saya, apakah perceraian itu perlu? apakah anak2 mampu menjadi korban dari perceraian orang tua?

Jika ditanya, ya pasti saya jawab nggak ingin bercerai jika menikah nanti (pagahal nikah aja belum dah mikir cerai duh Gustraaaa). nggak dan nggak mau. jadi ya nikah itu cuma sekali. itu sakral.

terkesan kolot, terkesan saklek. tapi prinsip.

trus jan jane masalahe opo?

nah kalo di thuk gumathukkan ya intinya dari ngomyang saya ini tadi itu adalah cuma menjelaskan kalo saya nggak suka dengan perceraian.

nah kalau anda?

apa yang kamu berikan?

Siang ini pas keluar kantor buat outsource, di perempatan Mirota kampus terlihat sebuah fenomena yang cukup menggelitik pikir.Yaitu terlihat beberapa nenek-nenek berjajar di pembatas tengah jalan. mereka mengemis disana mengetuk-ketuk jendela mobil yang berhenti di lampu merah mengemis rejeki. Bukan cuma itu, namun yang aneh adalah mereka membuat saya berpikir kalau mereka terorganisir, Mengapa? ya karena gaya mereka sama mulai dari baju kebaya dengan kain jarik + kerudung dan membawa tongkat. walaupun motif dan warna kebayanya beda. But itu saja sudah cukup menarik perhatian dan menimbulkan banyak pertanyaan.

Apakah mereka terorganisir?

apa alasan mereka mengemis?

siapa yang merorganisir jika memang terorganisir?

dimana rumah mereka?

apakah itu profesi?

atau karena memang keadaan?

berapa pendapatan mereka sehari?

untuk apa saja pendapatan mereka?

dimana anak-anak mereka? kok ya tega membiarkan ibu-ibunya ngemis dijalan?

dan pertanyaan demi pertanyaan pun bergulir hingga macet pun terabaikan, tahu-tahu dah di depan. AAHH aku terlalu banyak berpikir, apa sih yang bisa aku berikan saat ini? sebelum aku mau mengambil uang dari saku dan memberi sedekah, nenek-nenek itu justru tidak mendatangi aku dan “DIIIIINNNN” klakson dari belakang berbunyi karena lampu sudah hijau, aku pun lanjut perjalanan balik kantor.

 

nah merefleksi dari kejadian siang ini, bukan dari segi memberi kepada pengemis nya yang aku ambil hikmah, bukan pula dari segi sosial hingga para pengemis itu muncul, bukan pula dari segi organisasi atau apalah… namun dari segi “sudah kah kita memberi sesuatu untuk orang Tua kita, Meringankan beban mereka, sehingga jangan sampai mereka berakhir seperti yang aku lihat tadi?” Naudzubillahi mindzalik.

catatan ringan di penghujung 2012

Yogyakarta 31 Desember 2012

Hola, lama ga nulis, mau nulis lagi hari ini bertepatan dengan moment pergantian tahun (walo entah dipostnya kapan ke jaringan global karena sedang hujan dan males keluar rumah kalo lagi ujan) yah hereI come.

Yang mau aku bahas kali ini adalah tentang pergantian tahun. Bukan tentang hingar-bingarnya, namun tentang memaknai pergantian tahun itu dari sudut pandang lain.

Kemarin ini H-2 pas nganggur dirumah iseng buka2 PC, ternyata ada film yang belum aku tonton, padahal dah di sono berbulan-bulan. Film yang pas juga si judulnya “New Year`s Eve”. sebuah film yang sudah rilis tahun 2011 akhir dan baru sempat aku tonton 2012 akhir. ^_^

http://www.imdb.com/title/tt1598822/

Dari judulnya sudah kelihatan kalo film ini pasti tentang malam Tahun Baru. namun bukan itu yang membuatku tertarik. Yang ngena banget adalah quote berikut :

Claire Morgan: And as you all can see, the ball has stopped half way to its perch. it’s suspended there to remind us before we pop the champagne and celebrate the new year, to stop, and reflect on the year that has gone by, to remember both our triumphs and our missteps, our promises made and broken, the times we opened ourselves up to great adventures… or closed ourselves down for fear of getting hurt, because that’s what new year’s all about , getting another chance, a chance to forgive. to do better, to do more, to give more, to love more, and to stop worrying about what if... and start embracing what will be. so when that ball drops at midnight, and it will drop, let’s remember to be nice to each other, kind to each other, and not just tonight but all year long.

kalo soal ceritanya ya lihat sendiri kalo diceritain disini bakal panjang🙂.
nah Kali ini aku cuma mau mengetuk hati dan pikiran (terketuk lebih tepatnya) dari quote diatas. Tentang merenung dan mengingat setahun yang telah kita lalui

1. to remember both our triumphs and our missteps

Perlunya mengingat apa saja yang telah kita capai, apa saja yang telah kita menangkan, juga tidak lupa pada apa kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat.

2. our promises made and broken

Merenungkan kembali, apakah pernah membuat janji kepada orang lain? seberapa sering? berapa yang sudah ditepati dan berapa yang belum? mengapa belum?

3. the times we opened ourselves up to great adventures

Kapankah kita membuka diri untuk berpetualang dalam setahun kemarin? apa yang telah kita dapatkan dari petualang tersebut?

4. or closed ourselves down for fear of getting hurt.

Atau pernahkah kita menutup diri dari dunia karena takut teruka. takut disakiti, takut kecewa? mengapa takut? apa yang membuat takut?

Karena inilah makna dari sebuah tahun baru. yaitu kesempatan baru.

5. a chance to forgive

kesempatan untuk memaafkan, dimulai dari memaafkan diri sendiri atas kesalahan kelalaian yang pernah dibuat. lanjut memaafkan orang lain, juga memaafkan keadaan.

6. to do better, to do more, to give more, to love more.

yup, kesempatan untuk berbuat lebih baik, berbuat lebih dari yang pernah kita lakukan, memberi lebih dari yang pernah kita bagikan, juga tak lupa mencintai lebih… dari cinta-cinta yang lalu yang pernah dibagikan.

7. and to stop worrying about what if.

Tahun baru juga merupakan moment untuk berhenti berandai-andai yang negatif, berasumsi buruk. and start embracing what will be. bersiap menghadapi apapun yang akan terjadi.

8. let’s remember to be nice to each other, kind to each other, and not just tonight but all year long.

dan yang paling penting biarkan moment tahun baru ini semangatnya bertahan hingga tahun baru berikutnya, bukan cuma hura-hura sesaat.

banyak kan? Banyak, namun jika kita mau merenungi satu persatu, InsyaAllah kehidupan lebih baik kan terjadi dan pasti terjadi.

Dan semoga kita mampu menjadi lebih baik. juga mampu memaafkan.

For what I’ve done I start again And whatever pain may come Today this ends I’m forgiving what I’ve done- Linkin Park

Sebuah Dialog Tentang Puasa

[narasi]
[Layar mengembang, lampu redup menunjukan sebuah setting di surau tua, sajadah panjang tergelar miring mengarah kiblat. Lampu remang menerang menampakkan sesosok pemuda yang tengah berdzikir pelan. jam dinding sudah menunjukkan pukul 12 lewat 15 menit. Malam itu merupakan malam pertama di bulan Ramadhan kalender Hijriah. sang pemuda pun menghentikan dzikirnya, lalu bersujud beberapa saat. kembali duduk dan menerawang ke langit-langit surau. Kembali berdzikir.]

[babak satu]
[Lampu padam sejenak, lalu muncul dua buah bayangan dibelakang pemuda tersebut. dan berdialoglam mereka.]

b1:
besok sudah mulai puasa, menahan lapar dan dahaga dari subuh hingga maghrib, selama sebulan dan itu wajib.

b2:
ya, itu merupakan rutinitas tiap tahun bagi kita umat muslim.

b1:
hm… apakah kamu pernah terpikir, apakah hakekat puasa sesungguhnya?

b2:
ya menahan lapar dan haus dari subuh hingga maghrib

b1:
Hanya itu? wah kamu menggampangkan ajaran Tuhan

b2:
loh… menggampangkan gimana? bukankah islam itu simple?
sebagaimana tertuang dalam Al Qur`an
“Kami tidak menurunkan Al-Qur-an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah; melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), diturunkan dari (Allah) yangmenciptakan bumi dan langit yang tinggi.” [Thaahaa: 2-4]

b1:
Tentu.. Islam itu mudah.. namun jangan disepelekan. karena dalam islam itu ada ayang namanya Ayat Kauniyah Dan Ayat Kauliyah.

b2:
kauniyah? kauliyah? apa itu?

b1:
ayat kauliyah itu ayat yang tertulis dalam Al Quran. sedangkan ayat kauniyah itu ayat yang tertulis di alam semesta. yang merupakan bukti kebesaran Allah. dan keduanya memerlukan penafsiran dari umat manusia.

b2:
jadi seperti intrinsik dan ekstrinsik?

b1:
benar.

b2:
maksudmu ada makna tersembunyi dari puasa? selain menahan lapar dan dahaga?

b1:
tepat sekali. aku yakin kamu sudah hapal Al Baqarah ayat 183, benar?

b2:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

b1:
nah itu ayat kauliyahnya. yang tersurat.jelas tertera disana “hai orang-orang yang beriman” jadi puasa memang ditujukan bagi orang yang berIman kepada Allah. dengan tujuan “agar kamu bertaqwa”. Takwa pun bisa ditafsirkan bermacam-macam oleh para ulama. Yang intinya adalah menjalankan Perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

b2:
hm.. lalu ayat kauniyahnya?

b1:
nah itu tugasmu, selama bulan Ramadhan ini cobalah untuk lebih peka, mencari tahu maksud dari puasa itu dari segi kauniyahnya.

b2:
waaaahh mengapa tak kau beritahu saja sekarang?

b1:
jika aku beri tahu, kamu jadi nggak belajar dong, pengalaman adalah guru terbaik. hehehe

b2:
hais… oke… tapi beri aku petunjuk!

b1:
simple, puasa itu menahan hawa nafsu, cari tahulah apa itu nafsu, dan mengapa mengapa kita harus menahan nafsu?

b2:
sepertinya berat…

b1:
jangan menyerah sebelum melakukannya, ingat “Innallaha ma ‘ana” sesungguhnya Allah bersama kita. [bayangan itu tersenyum]

[lampu meredup dan layar tertutup]

[babak dua]
[narasi]
[layar terbuka, suara takbir berkumandang disegala penjuru. seorang pemuda masuk surau, melaksanakan sholat 2 rokaat, lalu duduk bersila dan bertasbih]
[lampu meredup hingga padam, lalu menerang sambil muncul 2 sosok bayangan]

b1:
Alhamdulillah Ramadhan telah usai, dan besok kita merayakan hari Raya. [memandang sosok bayangan di sebelahnya]
Hei… bagaimana tugas yang dulu aku berikan di Awal bulan? sudah kau laksanakan?

b2:
hei.. tentu aku melaksanakannya, persis seperti apa yang kau minta.

b1:
lalu? apa yang dapat kau jawab? apakah kamu sudah menemukan jawaban?

b2:
sedikit, aku cuma menemukan beberapa, dan itu juga tafsiranku sendiri, aku nggak tahu itu benar atau salah.

b1:
coba bau kemukakan terlebi dahulu.

b2:
baiklah…
pertama, tentang apa itu nafsu. setelah beberapa hari berpuasa pertama aku cuma tahu nafsu itu ya nafsu makan dan nafsu seksual. namun setelah itu baru tersadar, nafsu itu tidak cuma sebatas itu, ada juga nafsu untuk berbicara atau membicarakan orang lain, nafsu untuk marah, nafsu untuk mendapatkan kepuasan, nafsu untuk tidur, dan macam-macam. Aku menyadari kalau nafsu itu sebenarnya adalah keinginan manusia. apapun keinginan manusia ya… itu  nafsu…

b1:
hm… bisa dibilang begitu, manusia mempunyai keinginan yang tak terbatas, lebih-lebih manusia diberi akal sehingga pemuasan keinginnannya tak akan pernah habis.
lalu mengapa kita harus menahan nafsu saat berpuasa?

b2:
itu agak sulit aku menemukan hakekat puasa.. pertama aku mulai dari menahan nafsu makan, mengapa aku harus menahan untuk tidak makan? apa hakekat dari menahan makan?
lalu sewaktu siang berpuasa menahan lapar membuatku mengerti arti lapar, mengerti arti kebutuhan tubuh untuk makan dan minum, mengerti dan merasakan jika aku ini tidak ada apa-apanya tanpa sebuah tubuh, hanya pikiran yang terus melayang. berpuasa dan lapar membuat aku menjadi tahu pentingnya makan dan minum. selama ini aku makan dan minum ya cuma makan dan minum tanpa merasakan apapun. hanya pemenuhan keinginan.
namun saat berbuka puasa, aku lebih sadar lagi. pertama ingin makan sebanyak-banyaknya buat balas dendam. namun tubuh ini tidak bertindak seperti apa yang aku inginkan.
hanya dengan segelas air dan kolak saja perut ini sudah kenyang, betapa nikmatnya. melebihi nikmat makan di restoran mahal yang menghabiskan uang berratus-ratus ribu.

b1:
hm… trus..

b2:
ya… ternyata Puasa mengembalikan tubuh pada fitrahnya. bukan pada pemenuhan keinginan atau nafsu semata. sewaktu tak puasa aku tak pernah puas makan dengan satu piring nasi saja dan cepat lapar lagi, namun sewaktu puasa, aku jadi sadar jika aku makan hanya sesuai dengan kebutuhan tubuh tanpa berlebih-lebihan itu lebih memuaskan. dan kepuasan atau kadar kenyangnya pun bertahan lama.

b1:
ya..  lalu bagaimana dengan nafsu yang lain?

b2:
hampir sama konsepnya dengan nafsu makan. aku juga mencoba untuk tidak memuaskan nafsu seksual secara swalayan atau onani atau masturbasi. dan tubuh berjalan secara alami. lalu di hari ke duapuluh aku mengalami mimpi basah, yang sudah lama tidak aku rasakan.

b1:
oh ya? bagaimana rasanya? nikmat mana swalayan atau mimpi basah?

b2:
jauh…. jauh lebih nikmat yang alami..

b1:
nah.. terbukti bukan? kalau yang fitrah itu lebih baik daripada yang menuruti nafsu.

b2:
iya.. begitu juga dengan nafsu-nafsu yang lain.
hakikat puasa yang dapat aku ambil di bulan ini adalah puasa itu lebih dari sekedar menahan nafsu, namun juga mengembalikan manusia kepada fitrahnya.

b1:
Subhanallah

b2:
memang benar… karena Allah memberikan apa yang kau butuhkan bukan apa yang kau inginkan.

b1:
yup, dan jika Allah memberikan apa yang kau inginkan maka ada 2 hal yang harus kamu lakukan
pertama Bersyukur dan qonaah dan yang kedua adalah mawas diri

b2:
mengapa harus mawas diri?

b1:
karena, jika Allah memberikan apa yang kamu inginkan, itu bisa berarti anugrah bisa pula berarti cobaan.

b2:
oh… begitu…

b1:
yup.. karena nafsu adalah pintu masuk syaiton menggoda manusia, jika kita bisa lulus dari cobaan yang diberikan oleh Nya, InsyaAllah kita menjadi manusia yang lebih beriman dan bertaqwa serta mendapat ridha Nya.

b2:
pantas  saja dibilang jika melawan hawa nafsu itu merupakan jihad paling besar.

jadi.. apakah saya lulus cobaan dan menjadi bagian orang-orang yang menuju kemenangan?

b1:
Wallahu a’lam bish-shawabi. Allah Swt-lah yang maha tahu atau lebih tahu segala sesuatu dari kita. Hanya Allah yang Maha benar dan Pemilik Kebenaran mutlak.


[lampu pun meredup. kedua sosok bayangan hilang]
[pemuda itu berdiri lalu bergumam]
Allaahu akbar.. Allaahu akbar.. Allaahu akbar…..
Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil – hamd.

[layar tertutup]
[tamat]

[Yogyakarta 1-30 Ramadhan 1433 H]

Jaman selalu berubah

sebuah naskah drama satu babak

( KELUAR SEORANG BAPAK-BAPAK BERBAJU BATIK DAN PECI MEMBAWA TAS KUMAL . BERJALAN DENGAN LESU DAN KEBINGUNGAN. AKHIRNYA DUDUK DI PINGGIR JALAN. TERMENUNG )

( KELUAR SEGEROMBOLAN ANAK KECIL MEMBAWA MAINAN TRADISIONAL BERUPA GASING, OTHOK-OTHOK DAN SEBAGAINYA. BERMAIN DIDEKAT ORANG TUA ITU )

( TAWA RIANG ANAK-ANAK BERMAIN. ORANG TUA MEMPERHATIKAN DENGAN MUKA RAMAH. ANAK -ANAK KECIL TERSENYUM, DAN MENINGGALKAN ORANG TUA SENDIRIAN )

( ORANG TUA ITU DUDUK TERMENUNG LAGI )

( DATANG SEORANG ANAK DENGAN SETELAN ANAK ORANG KAYA SAMBIL MENANTENG GAME DAN MEMAINKANNYA. ANAK ITU CUEK DENGAN SEKELILINGNYA. IA TERUS BERMAIN DAN BERMAIN. SESEKALI IA MELIRIK ORANG TUA TADI DENGAN TATAPAN CURIGA KEMUDIAN PERGI. SANG ORANG TUA HANYA BISA TERBENGONG DAN KEHERANAN )

( ORANG TUA TERMENUNG KEMBALI )

( KEMUDIAN DATANG SEORANG SIMBOK BAKUL JAMU GENDHONG SAMBIL MENAWARKAN JAMUNYA )

Simbok jamu : Jamu- jamuuuuu.. jamunya mas………. Temulawak, beras kencur, atau brotowali. Jamu pegel linu, jamu kuat…. Jamu-jamu……. Jamu……..

Orang tua : Mbok……. Mbok …….. sini mbok. Saya beli jamu beras kencur saja.

Simbok jamu : Digelas atau di plastik mas ?

Orang tua : Digelas saja.

( MBOK JAMU MENUANGKAN JAMUNYA KE DALAM GELAS DAN DIBERIKAN KEPADA ORANG TUA ITU )

( ORANG TUA MEMINUM JAMU BERAS KENCUR ITU SEPEREMPAT GELAS LALU BERHENTI SAMBIL MENIKMATI AROMA KHAS JAMU YANG SUDAH LAMA TIDAK DIMINUMNYA )

( SAAT MAU MINUM LAGI TIBA-TIBA MUNCUL SEGEROMBOL ANAK MUDA DENGAN BAJU GAUL DAN FUNKY, SAMBIL MEMBAWA SEBOTOL MIRAS YANG TELAH MEMBUAT MEREKA TAK SADAR. TERSEOK-SEOK MEREKA BERJALAN DIDEPAN ORANG TUA )

Anak muda I : Hei…. Jek…. Ntar …uk… kita kesana Jek. Disana….uk… banyak Cewek cantik … uk … uk

Anak muda II : ………..Ah.. kamu ..uk di sana kan..uk….sudah tua-tua…..uk… enakan didiskotek …uk …. Dekat rumah ku…aja…..uk….. masih muda-muda…..uk

Anak muda III : Eh.. ….uk….. malah pada ribut…… uk…..yang penting kan …… malam ini ……uk…….kita .senang-senang………ya……nggak..?

( KEMUDIAN PARA PEMUDA ITU PERGI )

( ORANG TUA MENG HABIS KAN JAMUNYA DAN MENGAMBALIKAN GELAS SERTA MEMBAYAR )

Mbok jamu : Terima kasih mas

( ORANG TUA KEMBALI TERMENUNG SESAAT KEMUDIAN BANGKIT DAN TELAH MENEMUKAN JAWABAN )

Orang tua : Ternyata ……….. jaman telah berubah.

(ORANG TUA PERGI SAMBIL MENGGELENG-GELENGKAN KEPALANYA )

~***~