review Film Kundun dari segi MSDM


berikut saya mau mencoba mereview film Kundun dari segi Manajemen Sumber Daya Manusia.

Kundun adalah sebuah film biografi epik 1997 yang ditulis oleh Melissa Mathison dan disutradarai oleh Martin Scorsese. Hal ini didasarkan pada kehidupan dan tulisan-tulisan dari Dalai Lama ke-14, pemimpin politik dan spiritual Tibet di pengasingan.(http://en.wikipedia.org/wiki/Kundun)

 

Pengantar

Tibet adalah negara yang religius, agama Budha sebagai agama pokok memberikan nafas pada setiap rakyat tibet. Sepeninggalnya Dalai Lama 13, Tibet mencari sosok baru yang dianggap reinkarnasi dari Dalai Lama 13, karena rakyat tibet percaya bahwa Dalai Lama selalu bereinkarnasi dari satu generasi ke generasi selanjutnya untuk memimpin rakyat Tibet. Dengan kepercayaan tersebut maka ditugaskan seorang biksu untuk mencari Kundun atau anak yang dipercaya sebagai reinkarnasi Dalai Lama. Karena tanpa adannya Dalai Lama Tibet mengalami kekosongan pemimpin. Seperti Argumen Herbert Spencer dalam model tradisional teori manajemen bahwa manusia sebagaimana species lainnya tidak hanya hidup sebagaimana adanya, tetapi bahwa seharusnya mereka berusaha mempertahankan hidup. Karena Tibet ingin bertahan maka pencarian Kundun pun dimulai sampai tiba di rumah sebuah keluarga petani yang mempunya anak bernama Lhamo.

MSDM DALAM KEPEMIMPINAN DALAI LAMA

Sebagai negara religius, maka organisasi pemerintahan di Tibet diisi oleh para biksu. Para biksu ini berupaya menjaga kedamaian Tibet baik dengan cara beribadah maupun upacara keagamaan lainnya. Dengan telah ditemukan Kundun sebagai Dalai Lama 14 rakyat Tibet meyakini kedamaian akan terus berlangsung di Tibet.

Sebagai selayaknya organisasi yang mempunyai tujuan tertentu, pemerintahan di Tibet juga memiliki tujuan yaitu menjaga kedamaian dan ketentraman baik secara rohani dan secara fisik. Seperti definisi dari pakar Theodore Caplow yang mendefinisikan organisasi

”… a social deliberately established to carry out some definite purpose”

(… sebuah sistem sosial yang disengaja untuk melaksanakan beberapa tujun tertentu).

Untuk itu diperlukan pemimpin yang cakap dan mampu mengatur organisasi pemerintahan tersebut. Karena Kundun pada sat itu masih kecil, maka dia dibimbing dan dilatih oleh para guru biksu setelah Kundun dibawa ke Istana.

Analisis Lingkungan SDM

Tibet yang sebagian besar merupakan pemeluk agama budha, SDM yang ada pun merupakan pemeluk agama budha yang taat, bahkan seluruh pegawai atau orang-orang yang ada di istana adalah biksu. Sebagaimana ajaran Budha yang tidak lagi mementingkan urusan duniawi, namun tetap memperhatikan kedamaian dan kesejahteraan rakyat. Dalai Lama juga berpegang teguh pada hal itu. Dia tidak mau berperang padahal keadaan dengan China sudah sangat kritis.ia tidak mau Tibet dibawah kekuasaan China, namun China memaksakan pengaruhnya di Tibet. Konflik antara China dan Tibet berdampak pada sebagian minoritas rakyat dan para biksu yang mulai tidak mempercayai Dalai Lama terutama setelah propaganda dari China.

 Fungsi Pengadaan

Fungsi pengadaan dilakukan pada saat pencarian Kundun. Namun bukan melalui seleksi melainkan dengan ramalan dan wangsit yang didapat oleh seorang biksu. Calon sudah diramalkan dan sudah ditentukan, karena memang hanya ada satu kualifikasi yang layak menjadi seorang Dalai Lama yaitu seseorang yang dipercaya reinkarnasi dari Dalai Lama. Jadi fungsi recruitmen disini bukan pencarian dengan menseleksi namun lebih merupakan penemuan sang Kundun.

Selayaknya proses pengadaan di organisasi yang lain yang menggunakan tes dalam perekrutan, biksu pencari Kundun juga melakukan beberapa tes untuk membuktikan bahwa Lhamo merupakan reinkarnasi Dalai Lama 13. tes yang cukup simpel yaitu dengan membiarkan Lhamo memilih mana barang-barang yang merupakan milik Dalai Lama 13 dan yang bukan. Alhasil Lhamo berhasil menemukan semua barang dengan tepat dan semuanya itu diakui sebagai miliknya. Semakin kuat pula dugaan Lhamo sebagai reinkarnasi, maka diangkatlah Lhamo sebagai Kundun.

Fungsi Pengembangan Dan Pemeliharaan

Menurut Drs. Hadriyanus Suharyanto, M.SI dan Agus Heruanto Hadna, SIP, M.SI mengatakan bahwa pengembangan dan pemeliharaan adalah usaha yang dilakukan oleh organisasi agar pegawai dapat meningkatkan keahliannya dengan memperhatikan kebutuhan dan kepentingannya.

Fungsi pengembangan dan pemeliharaan dalam film ini ditunjukkan dalam pelatihan Kundun  di istana. Kundun dididik untuk menjadi pemimpin hingga usianya cukup untuk dinobatkan sebagai Dalai Lama. Seluruh keluarga Kundun juga dibawa ke istana. Kundun pun di ajarkan bagaiman menjadi seorang biksu yang kelak akan memimpin Tibet.

 Pendekatan Motivasi

Motivasi yang ada dalam film ini lebih pada bagaimana keyakina agama dan kepercayaan memberikan motivasi kepada para anggota organisasi pemerintahan atau para biksu tersebut. Rakyat pun termotivasi oleh  dengan adanya Dalai Lama. Karena Dalai Lama merupakan simbol bagi rakyat Tibet, simbol kemakmuran, kedamaian , dan ketentraman, juga merupakan simbol kedaulatan Tibet.

Sebagai seorang pemimpin Dalai Lama dapat memberikan contoh kesetiakawanan. Yaitu saat Dalai Lama tidak mau meninggalkan Tibet pada saat krisis karena ingin berada dekat dengan rakyatnya.

Proses Pembuatan Keputusan

Pada saat pembuatan keputusan semua kepurusan yang rumit dan sulit diselesaikan sendiri oleh Dalai Lama, Dalai Lama meminta nasihat dari para biksu. Selain itu Dalai Lama juga memakai nasihat dari roh-roh  dan wangsit. Dilakukan semacam ritual memanggil roh untuk mencari petunjuk. Hal tersebut sering dilakukan terutama pada saat-saat kritis. Namun tetap keputusan berada di tangan Dalai Lama.

Keterbukaan dan Ketertutupan

Menjadi pemimpin dalam organisasi publik Dalai Lama mendapat sorotan dari rakyat, para biksu bahkan dari China. Dalai Lama sangat terbuka pada gurunya mengenai masalah rakyatnya. Namun tertutup mengenai apa yang dilihatnya dalam mimpi yang merupakan ramalan apa yang akan terjadi karena tidak ingin terjadi kekacauan. Keterbukaan yang lain yang ditunjukan oleh Dalai Lama adalah ketika dia memberikan tugas kepada delegasi untuk meminta pengakuan dari negara lain.

Sistem Penghargaan, Tunjangan, Dan Sistem Kepatuhan

Dalam film ini penghargaan berupa ucapan dari Dalai Lama. Sedangkan tunjangan tidak terlihat karena memang para biksu tidak memiliki nafsu terhadap kekayaan. Dan kepatuhan sangat terlihat mengingat Dalai Lama adalah raja di Tibet yang juga merupakan simbol Budha. Karena kepercayaan bahwa Dalai Lama memiliki kearifan Budha. Para biksu patuh terhadap Dalai Lama, begitu juga rakyat Tibet.

Komunikasi

Dalam film ini ditunjukkan ada beberapa macam komunikasi. Yang pertama adalah komunikasi antara pimpinan atau Dalai Lama dengan para biksu. Komunikasi tersebut berupa perbincangan, rapat, musyawarah mengenai hal-hal yang terjadi di Tibet. Yang kedua adalah komunikasi antara Dalai Lama dengan rakyat. Dalai Lama keluar istana untuk mendengar apa kata rakyat, apa yang diinginkan rakyatnya. Kemudian Dalai Lama memikirkan apa kehendak rakyaknya tersebut. Yang ketiga adalah komunikasi antara Dalai Lama dengan roh atau dunia religi dan kepercayaan. Dalai Lama menggunakan upacara ritual untuk berkomunikasi dengan roh untuk meminta petunjuk apa yang terbaik untuk tibet dan apa yang akan terjadi pada Tibet. Dan komunikasi yang terakhir adalah antara Dalai Lama dengan dunia luar atau negara lain diluar tibet seperti Amerika, dan China yang ingin menjadikan Tibet sebagai bagian dari China. Sampai sekarang pun Dalai Lama masih ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Tibet ingin merdeka.

Nilai-nilai

Nilai-nilai dalam proses MSDM yang terdapat dalam film ini adalah

  1. Kepemimpinan

Dalai Lama sebagi pemimpin memiliki sifat kepemimpinan yang khas yaitu cinta damai. Dia juga mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Dia rela keluar dari Tibet untuk kedamaian rakyatnya. Bahkan sampai sekarang dia masih berkeliling dunia untuk mendapat pengakuan dunia atas kemerdekaan Tibet.

  1. Hak asasi

Hak asasi yang menonjol dalam film ini adah hak untuk merdeka. Diaman Dalai Lama memperjuangkan kemerdekaan rakyatnya dari kesengsaraan dan penyerangan dari China.

  1. Demokrasi

Sikap demokrasi Dalai Lama ditunjukkan saat Dalai Lama yang sebelumnya bersikeras untuk tinggal di Tibet bersama rakyatnya pada saat krisis berlangsung akhirnya mengikuti kehendak rakyatnya untuk pergi ke India. Dalai Lama dalam hal ini secara efektif merespon serta mewakili rakyat. Pergi dari Tibet bukan berarti meninggalkan rakyat tetapi dengan keselamatan Dalai Lama berarti kedaulatan Tibet tetap terjaga.

sekian review dari saya semoga bermanfaat

DAFTAR PUSTAKA

Hasibuan, Malayu S.P, Drs., 1991, Manajemen Sumber daya Manusia : Dasar dan Kunci Keberhasilan, Cet-3, CV. Haji Masagung : Jakarta

Suharyanto, Hadriyanus, M.SI, Drs. & Hadna, agus heruanto, SIP, M.SI, 2005, Manajemen Sumber Daya Manusia, Graha Guru dan Media wacana : Yogyakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s