lingkaran setan Transportasi umum


Belakangan ini banyak berita kembali tentang masalah transportasi umum menguak. Sebenarnya ini merupakan problema di Indonesia yang sedah lama bahkan melegenda. Sepperti yang diberitakan oleh Kompas beberapa hari yang lalu, [http://megapolitan.kompas.com/read/2011/09/23/14034621/Dirlantas.Perilaku.Sopir.Angkot.Jauh.dari.Ideal], bahwa sopir angkot cenderung ugal-ugalan dan tidak mentaati peraturan rambu-rambu lalu-lintas di jalan raya.

Tidak hanya di Jakarta saja, masalah tersebut ada disetiap kota besar di Indonesia. Hal tersebut sebenarnya merupakan sebuah lingkaran setan yang tak ada hentinya. karena:

1. sopir dikejar target setoran, sehingga supaya tidak merugi para sopir kadang melakukan pelanggaran lalulintas untuk mengejar setoran.

2. karena ugal-ugalan membuat masyarakat tidak nyaman naik angkutan umum, sehingga lebih memilih naik kendaraan pribadi.

3. karena masyarakat lebih banyak memilih kendaraan pribadi sebagai moda transportasi menyebabkan jumlah penumpang potensial berkurang, sedangkan armada angkutan umum yang berlebih membuat persaingan antar sopir untuk mendaatkan penumpang terjadi.

Ketiga alasan tersebut diatas terus berulang bagai lingkaran setan tiada henti.

Bagaimana cara menghentikan atau memutus lingkaran tersebut?

Jawabannya adalah dengan memperbaiki sistem transportasi umum, serta membatasi jumlah pemakai kendaraan pribadi. Namun melakukan keduanya tidaklah semudah seperti teorinya. Karena yang terpenting adalah menciptakan mindset baru tentang pentingnya menggunakan transportasi umum. Atau merubah mindset masyarakat yang ada sekarang yang menganggap menggunakan kendaraan pribadi lebih menguntungkan.

Dan dalam hal ini peran pemerintah dalam menciptakan regulasi dan kebijakan sangat berperan penting dalam perbaikan transportasi angkutan umum tersebut.

Saya coba telaah satu persatu. Mindset masyarakat kita kebanyakan lebih memilih menggunakan kendaran pribadi dikarenakan masyarakat kita cenderung “malas”. dalam artian selalu ingin hal-hal yang enak sesaat. Saya bisa berkata demikian, coba kita tanya kepada diri kita masing-masing apakah kita rela berjalan kaki jika ada kendaraan? bahkan untuk kewarung sebelah yang jaraknya cuma 100 meter saja pake sepeda motor.

Yang kedua peran pemerintah sangatlah penting. karena transportasi umum adalah kebutuhan publik. Dan pemerintah sebagai pelayan publik seharusnya memperbaiki pelayanan publiknya sehingga masyarakat puas karena memang hak masyarakat sebagai pembayar pajak adalah mendapatkan pelayanan publik.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s