Pemuda mau jadi Petani?


 

Potret pertanian di Indonesia saat ini di dominasi oleh orang tua yang bekerja di sawah atau di ladang. Sangat sedikit generasi muda usia produktif yang mau bergelut di bidang pertanian. Hal ini dikarenakan berbagai macam hal, baik dari segi budaya, pendidikan, dan ekonomi.

Profesi sebagai petani dirasa kurang menjanjikan dimata para pemuda. Banyak profesi lebih menjanjikan seperti pengusaha, pedagang, dokter, pejabat, dan lain-lain. Dari segi ekonomi hal tersebut memang bisa dikatakan benar. Karena penduduk indonesia yang sebagian besr berprofesi sebagai petani, sangat sedikit yang bisa menjadi petani sukses.

Namun keadaan ini sangat ironis. Dari badan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Agustus 2008 mencapai 8,39 persen atau 9,39 juta orang. Padahal lapangan pekerjaan di sektor pertanian masih sangat terbuka lebar.

Dari segi budaya, jelas budaya asing yang mempengaruhi generasi muda menjadi enggan bertani adalah budaya hedonisme. Pemuda cenderung ingin segala sesuatu yang instan dan menghasilkan banyak uang tanpa perlu bersusah payah mencangkul di sawah. Pesona gemerlap kota yang membutakan generasi muda di desa mengakibatkan tingginya tingkat urbanisasi. Sehingga meninggalkan desa dan sawah pun tak ada yang menggarap selain orang tua yang sudah menurun tingkat produktifitasnya.

Selain itu penerapan teknologi pertanian yang masih lambat juga merupakan salah satu faktor generasi muda enggan merambah ke dunia pertanian. Pertanian yang ada cenderung masih bersifat tradisional. Generasi muda yang telah terpengaruh moderenisasi enggan untuk bergaul dengan lumpur dan lebih memilih bekerja di balik meja dan komputer.

Padahal jika kita bisa belajar dari negara tetangga Thailand yang maju sektor pertaniaanya, para generasi muda di sana senag bergelut di bidang pertanian karena mereka sadar pertanian merupakan sebuah profesi yang bisa menghidupi. Denan alih teknologi modern mereka bisa maju sektor pertaniannya dan regenerasi petanipun tidak terhambat.

Wajah pertanian Indonesia yang tak menarik minat lulusan sarjana di Indonesia, bahkan sarjana pertanian sekalipun. Perlunya perbaikan citra pertanian. Menyadarkan betapa pentingnya sektor pertanian tidak kalah dengan sektor-sektor yang lain. Diperlukan banyak kebijakan-kebijakan pemerintah yang pro petani.

nah akhir kata APAKAH ANDA PARA PEMUDA MAU JADI PETANI?

One thought on “Pemuda mau jadi Petani?

  1. bergesernya nilai dan budaya juga mempengaruhi generasi muda, indonesia didorong menjadi negara industri dan mengsampingkan dunia pertanian. anehnya pemerintah teriak soal ketahanan pangan, sementara mereka juga yang membunuh petani dengan kebijakan pasar bebas, import beras, import gula dll. ironis ketika pihak yang berteriak lantang untuk mengembalikan indonesia sebagai negara agraris namun secara sadar malah membunuh kebijakan itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s